Lumajang – Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur Azzahra, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, KH. Imron Fauzi,M.Pd, menyampaikan pesan mendalam kepada para wisudawan dalam acara Wisuda dan Pelepasan Siswa Kelas IX SMP Tahfidz Al-Azhar dan Kelas XII SMA An-Nur yang diselenggarakan di Hotel Aston Inn Lumajang, Sabtu (27/6/2026).
Dalam suasana penuh khidmat, KH. Imron Fauzi, M.Pd, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberhasilan para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal untuk mengamalkan ilmu, menjaga akhlak, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
"Saya sangat bangga dan bersyukur atas kelulusan putra-putri kita. Keberhasilan ini bukan hanya milik para siswa, tetapi juga merupakan buah dari doa, pengorbanan, dan kesabaran orang tua serta bimbingan para guru yang telah mendampingi mereka selama proses pendidikan," ungkap KH. Imron Fauzi.
Salah satu momen yang paling menarik perhatian dalam rangkaian wisuda adalah prosesi simbolis berjalan di atas pecahan kaca. Setiap wisudawan melintasi pecahan kaca dengan didampingi oleh kedua orang tua dan guru. Prosesi tersebut bukan sekadar atraksi, melainkan memiliki filosofi yang mendalam tentang perjalanan kehidupan.
KH. Imron Fauzi menjelaskan bahwa pecahan kaca melambangkan berbagai ujian, tantangan, dan rintangan yang akan dihadapi setiap manusia dalam menjalani kehidupan. Sementara kehadiran orang tua dan guru di sisi para wisudawan menjadi simbol bahwa doa, restu, serta bimbingan mereka adalah kekuatan yang akan mengantarkan seseorang menuju keberhasilan.
"Setajam apa pun jalan kehidupan yang akan kalian lalui, apabila kalian selalu mendapatkan doa, restu, dan ridha dari kedua orang tua serta bimbingan para guru, insyaallah kalian akan mampu melewatinya dengan baik dan meraih kesuksesan. Saya sangat meyakini nilai itu," tutur beliau.
Beliau juga mengingatkan bahwa di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, generasi muda harus tetap menjadikan adab sebagai pondasi utama sebelum ilmu. Menurutnya, kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan akhlakul karimah, sehingga ilmu yang dimiliki benar-benar membawa keberkahan dan manfaat bagi banyak orang.
Pendidikan di Pondok Pesantren An-Nur Azzahra, lanjutnya, tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter Islami, membiasakan kedisiplinan, memperkuat hafalan Al-Qur'an, serta menanamkan nilai tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian sosial kepada setiap peserta didik.
Momentum wisuda ini juga dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, Dr. Bekti Sawiji, M.Pd., yang memberikan apresiasi terhadap komitmen Pondok Pesantren An-Nur Azzahra dalam menghadirkan pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, karakter, dan nilai-nilai keagamaan. Menurutnya, lembaga pendidikan yang konsisten menjaga kualitas akan mampu melahirkan generasi unggul dan memperoleh kepercayaan masyarakat.
Acara berlangsung penuh haru dengan berbagai penampilan siswa serta prosesi pelepasan wisudawan. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Misbahul Khoiri Ali, yang memohon kepada Allah SWT agar seluruh lulusan diberikan ilmu yang bermanfaat, keberkahan dalam kehidupan, kemudahan meraih cita-cita, serta menjadi generasi Qurani yang senantiasa berbakti kepada orang tua, menghormati guru, dan memberikan manfaat bagi umat.
Melalui wisuda tahun 2026 ini, Pondok Pesantren An-Nur Azzahra kembali menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kokoh dalam keimanan, berakhlakul karimah, serta siap menghadapi tantangan masa depan dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam dan Al-Qur'an.










Komentar0